Daftar artikel yang paling banyak menarik perhatian pembaca dalam 30 hari terakhir.
Di tengah ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, kemenangan Persib Bandung terasa lebih dari sekadar sepak bola. Saat daya beli masyarakat melemah dan orang-orang mulai takut membelanjakan uangnya, Persib justru menjadi alasan masyarakat kembali bergerak, kembali membeli, kembali merayakan hidup. Kaos bertema juara laris, UMKM clothing hidup, pedagang kaki lima kebanjiran pembeli, hingga jalanan Bandung kembali penuh tawa dan konvoi. Persib bukan cuma klub, tapi denyut ekonomi dan kebahagiaan rakyat Jawa Barat. Bobotoh mencintai Persib tanpa hitung-hitungan. Dari dulu rela hujan-hujanan di tribun, naik truk ke luar kota, sampai menyisihkan uang demi jersey kebanggaan. Karena bagi masyarakat Sunda, Persib bukan sekadar tim—ia adalah identitas, rumah, dan harapan. Mungkin Persib tidak bisa menyelesaikan krisis ekonomi negara. Tapi setidaknya, di tengah hidup yang semakin berat, Persib memberi rakyat alasan untuk kembali tersenyum bersama. HIDUP PERSIB. HIDUP RAKYAT JAWA BARAT.
Laga bergengsi segera tersaji pada lanjutan Liga 1. Persija akan menghadapi Persib pada putaran ke dua Liga 1, Sabtu (12/9) sore. Laga tersebut akan terasa spesial, bukan karena bertajuk el clasico saja.
Ada cerita menarik di awal BRI Super League 2026/2027. Isen Mulang Kalteng FC dan Java United FC harus memulai kompetisi dengan -2 poin. Bukan karena kalah di pertandingan, tapi karena persoalan homebase dan proses lisensi klub.
Chelsea di bawah Xabi Alonso sukses mencuri perhatian dari banyak pecinta sepak bola (mungkin di luar True Blue juga). Gaya Xabi meminta 'Cold' Palmer dkk 'menari' di lapangan, cukup menjadi anomali sekaligus membuat siapa saja yang menonton (hampir) membathin 'loh kok?'
Sepak bola, di masa-masa 90 an, bisa dikatakan bukan sekadar olah raga. Bahkan mungkin muatan olah raganya hanya secuil persen saja.
Kalau ada satu hal yang paling terasa dari Persib musim ini, jawabannya sederhana, cara mainnya udah beda.
Chelsea benar-benar membuat emosi pendukungnya zig-zag.
Target Timnas atau pelatih pun salah satunya diukur dari peringkat ini.
Kalau ngomongin Persebaya, kita semua pasti punya satu pemikiran yang sama, tim besar yang lapar akan juara. Tapi untuk sampai ke tahap itu, nyatanya tak mudah bagi Persebaya untuk menyentuh level tersebut kalau hanya bermodalkan beli produk jadi dengan market value tinggi.
Emil Audero akan bermain di La Liga bersama klub Rayo Vallecano hingga akhir musim sebagai pemain pinjaman dari Como 1907. Sepak Bola Spanyol akan memberikan pengalaman dan pembelajaran baru bagi Emil. Kesempatan emas yang mesti jadi panggung pertunjukkan Emil untuk unjuk gigi.
Baru-baru ini, liga kita alias kompetisi teratas sepak bola Indonesia disesaki kecurigaan. Sebenernya, sih, kecurigaan itu sudah ada sejak lama. Tapi, kecurigaan itu semakin meletup-letup setelah Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, bilang “pelatih saya” saat mengenalkan pelatih Persija, STY, dalam Launching Super League 2026/27.
Makanya, kualitas pemain bola diukur juga ketika si pemain tidak pegang bola. Pergerakan tanpa bola jadi salah satu indikatornya.
Untuk pertama kalinya, brand jam tangan lokal berkolaborasi dengan klub sepak bola Indonesia. Kali ini, Regan Harney dan Bali United yang jadi pelakunya.
Kejutan Coventry City di Liga Championship (kasta kedua liga di Inggris) tidak (atau belum) berlanjut di Liga Premier. Sampai dengan laga ketiga, Frank Lampard belum mampu menunjukkan taring pasukannya seperti saat berada di level sebelumnya.
Meski menjalani musim yang jauh dari harapan dan gagal meraih prestasi sesuai standar mereka, Real Madrid tetap menunjukkan statusnya sebagai klub dengan daya tarik terbesar di dunia sepak bola. Berbagai persoalan di dalam tim, mulai dari performa yang menurun hingga konflik internal, tidak mengurangi pesona Los Blancos di mata para pemain elite. Dalam beberapa tahun terakhir, Madrid dikenal cerdas memanfaatkan kekuatan mereknya dengan merekrut pemain-pemain top secara gratis setelah kontraknya habis. Nama-nama seperti David Alaba, Antonio Rüdiger, Trent Alexander-Arnold, hingga Kylian Mbappé menjadi contoh bagaimana pemain bersedia menunggu kesempatan untuk mengenakan seragam putih kebanggaan Santiago Bernabéu. Kondisi tersebut membuat Real Madrid tetap menjadi destinasi impian para pesepak bola dunia. Bahkan saat gagal meraih gelar, mereka tetap aktif membangun kekuatan baru dan menarik perhatian bintang-bintang terbaik. Di tengah persaingan sepak bola modern, Madrid membuktikan bahwa prestise, sejarah, dan aura klub sering kali lebih kuat daripada hasil dalam satu musim.
Timnas Indonesia sudah banyak menaturalisasi pemain, tapi pemain naturalisasi pertama ini sering dilupakan.
Ada sesuatu yang ganjil dalam sepak bola Indonesia. Kita begitu sibuk mengajari pemain tentang sportivitas, meminta suporter menjaga ketertiban, menuntut wasit berlaku adil, bahkan menghukum klub ketika ada pelanggaran. Tetapi di tempat yang paling menentukan arah permainan, kita seolah linglung. Siapa yang mengawasi para pengawas?
Pertemuan 7 tahun lalu di GBK memang tidak ada yang keluar sebagai pemenang. Pertandingan berlangsung ketat, penuh intrik.
Namanya Persib Bandung, tapi orang-orang mikir ini klub sepak bola Jawa Barat.
Langit cerah Jakarta seolah memberi sinyal positif untuk Jakmania, saat tim kesayangan nya bisa bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) melawan Persib Bandung. Hampir 60 ribu penonton hadir di Stadion Utama GBK untuk memberi teror selama 90 menit terhadap pemain Maung Bandung.
Pagi ini aku berangkat dari rumah pukul 5.45 untuk mengantar adik ke sekolah di daerah Buah Batu, yang mana cukup jauh dari rumahku di Ujungberung. Badan terasa pegal sisa kerja hari kemarin. Aku pakai jaket terhangatku sebab udara Bandung pagi ini dingin sekali.
Alasannya bukan regulasi, melainkan kenyamanan dan kebiasaan.
Kalau Minbol boleh jujur, ada satu hal yang masih kurang. Itu kelihatan banget selama 90 menit. Persib belum bermain secair musim lalu, terutama di babak pertama.
Sepak bola itu bukan cuma soal hitam dan putih, tapi juga soal bagaimana sebuah keputusan bisa diterima.
Aturan sepak bola atau Law of the Game (LotG) semakin dinamis, termasuk handball.
Buat Timnas Indonesia, ini adalah jalur perkembangan yang realistis. Naik level pelan-pelan, lewat kompetisi yang adil dan terukur.
Bobotoh, Rabu (16/9) nanti Persib bakal menjalani ujian yang enggak gampang. Maung Bandung harus bertandang ke Seoul World Cup Stadium untuk menghadapi FC Seoul dalam lanjutan ACL Champions League Two.
Ada pertandingan yang dimenangkan dengan dominasi. Ada pula pertandingan yang dimenangkan dengan kesabaran. Lalu ada pertandingan seperti yang dimainkan Persib di Seoul, ketika sebuah tim tahu persis kapan harus menyerang, kapan harus menekan, dan yang paling penting, kapan harus bertahan.
Namanya Eksel Runtukahu. Agresif, ngotot, dan tajam. Tinggal kasih menit bermain lebih lama, biar matang.
Ada pesan kuat yang tersampaikan dari nomor punggung. Di dunia sepak bola, nomor punggung itu bahasa tersendiri.