Labirin Aturan Handball: Buat Tersesat Mereka yang Gak Tahu
Aturan sepak bola atau Law of the Game (LotG) semakin dinamis, termasuk handball.

Sumber: Freepik
“Woi, itu jelas handball …. !!!” “Ini wasit gimana, sih, jelas banget itu bola kena tangan.”
Amarah semakin memuncak manakala melihat replay: Bola tertangkap kamera kena tangan. Jelas banget. Pernyataan yang muncul kemudian: “Anjir banget, lah, wasitnya gak seimbang. Wasitnya disogok.” dan seterusnya dan seterusnya.
Padahal, aturan handball sekarang itu bukan hanya soal bola kena tangan atau enggak. Ada faktor lain yang jadi pertimbangan wasit.
BTW, aturan sepak bola atau Law of the Game (LotG) semakin dinamis. Kalau Kabol gak tau dan gak ngikutin perubahan-perubahan, ya, tiap nonton pasti marah-marah. Salah satunya soal handball ini.
Dulu, aturan handball ini simpel. Bola kena tangan, ya, pelanggaran. Tapi, itu dulu. Sekarang beda lagi. Ngeliat Law 12, faktor lain handball itu: Kesengajaan dan posisi tangan tidak wajar.
Wasit sekarang gak cuma lihat "kena tangan atau gak", tapi lihat apakah tangan si pemain bikin tubuhnya jadi lebih lebar secara tidak alami. Kalau lompat buat blok tendangan dan tanganmu melebar kayak kipas terus bola kena tangan, itu mutlak pelanggaran. Mau sengaja atau gak, wasit bakal tiup peluit.
Tapi ada pengecualian. Kalau bola mantul dari tubuh sendiri dulu (misal kena paha terus kena tangan), biasanya nggak dianggap pelanggaran. Atau kalau tangan dalam posisi rapat dan alami saat lari, itu juga aman. Ribet, kan? Apalagi wasit yang jadi pengadil lapangan.
Contoh kasus baru-baru ini, ya, drama handball Jay Idzes saat Sassuolo lawan Juventus di Maret kemarin. Banyak yang debat apakah itu penalti atau gak. Pakar wasit bilang, meski Idzes gak sengaja, posisi lengannya dianggap "tidak wajar" saat menjaga lawan, dan itu cukup buat wasit nunjuk titik putih.
Kenapa pemahaman ini penting? Karena pemahaman soal aturan akan buat nonton bola atau klub kesayangan lebih bijak. Gak mudah terprovokasi, marah-marah, bahkan lempar botol air mineral ke televisi.
Kalau paham bedanya tangan yang accidental dan unnatural, Kabol bisa lebih objektif menilai kinerja wasit. Jadi gak asal ngomong “WASIT ANJ …” (Keterangan: ANJ=ANJay).
Artikel Terkait
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda. Komentar yang sopan akan kami tampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!







