Kejutan Coventry City di Liga Championship (kasta kedua liga di Inggris) tidak (atau belum) berlanjut di Liga Premier. Sampai dengan laga ketiga, Frank Lampard belum mampu menunjukkan taring pasukannya seperti saat berada di level sebelumnya.
Ada cerita menarik di awal BRI Super League 2026/2027. Isen Mulang Kalteng FC dan Java United FC harus memulai kompetisi dengan -2 poin. Bukan karena kalah di pertandingan, tapi karena persoalan homebase dan proses lisensi klub.
Chelsea di bawah Xabi Alonso sukses mencuri perhatian dari banyak pecinta sepak bola (mungkin di luar True Blue juga). Gaya Xabi meminta 'Cold' Palmer dkk 'menari' di lapangan, cukup menjadi anomali sekaligus membuat siapa saja yang menonton (hampir) membathin 'loh kok?'
Ada sesuatu yang ganjil dalam sepak bola Indonesia. Kita begitu sibuk mengajari pemain tentang sportivitas, meminta suporter menjaga ketertiban, menuntut wasit berlaku adil, bahkan menghukum klub ketika ada pelanggaran. Tetapi di tempat yang paling menentukan arah permainan, kita seolah linglung. Siapa yang mengawasi para pengawas?
Untuk pertama kalinya, brand jam tangan lokal berkolaborasi dengan klub sepak bola Indonesia. Kali ini, Regan Harney dan Bali United yang jadi pelakunya.
Sepak bola, di masa-masa 90 an, bisa dikatakan bukan sekadar olah raga. Bahkan mungkin muatan olah raganya hanya secuil persen saja.
Emil Audero akan bermain di La Liga bersama klub Rayo Vallecano hingga akhir musim sebagai pemain pinjaman dari Como 1907. Sepak Bola Spanyol akan memberikan pengalaman dan pembelajaran baru bagi Emil. Kesempatan emas yang mesti jadi panggung pertunjukkan Emil untuk unjuk gigi.
Baru-baru ini, liga kita alias kompetisi teratas sepak bola Indonesia disesaki kecurigaan. Sebenernya, sih, kecurigaan itu sudah ada sejak lama. Tapi, kecurigaan itu semakin meletup-letup setelah Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, bilang “pelatih saya” saat mengenalkan pelatih Persija, STY, dalam Launching Super League 2026/27.
Kalau ngomongin Persebaya, kita semua pasti punya satu pemikiran yang sama, tim besar yang lapar akan juara. Tapi untuk sampai ke tahap itu, nyatanya tak mudah bagi Persebaya untuk menyentuh level tersebut kalau hanya bermodalkan beli produk jadi dengan market value tinggi.
Kalau ada satu hal yang paling terasa dari Persib musim ini, jawabannya sederhana, cara mainnya udah beda.