Menanti Lampard bikin kejutan di Liga Premier
Kejutan Coventry City di Liga Championship (kasta kedua liga di Inggris) tidak (atau belum) berlanjut di Liga Premier. Sampai dengan laga ketiga, Frank Lampard belum mampu menunjukkan taring pasukannya seperti saat berada di level sebelumnya.

Sumber: Berbagai sumber
Hasil fantastis di Championship
Pada akhir musim kemarin, Frank Lampard menjadi buah bibir pengamat sepak bola. Keberhasilannya membawa Coventry City lolos ke Liga Premier setelah memuncaki klasemen akhir Liga Championship, membuat nama Lampard kembali harum. Bagaimana tidak. Dia sukses mewujudkan impian klub selama 25 tahun untuk bisa berlaga di level bergengsi di Inggris.
Menutup musim Liga 2025/2026, Coventry City mengumpulkan poin sebanyak 95, hasil dari 28 menang, imbang 11, dan tujuh kali kalah. Torehan itu jauh mengungguli Ipswich di posisi dua yang hanya meraup 84 poin saja. Bahkan, mantan juara Liga Premier Leicester, terjerembab di posisi 23, dengan poin hanya 46 saja.
Tiga laga poin masih nol, lima kali dibobol
Kondisi berbeda dialami Coventry di kasta tertinggi. Hingga 3 laga, pasukan Lampard masih belum meraih poin. Bahkan, selisih gol Coventry sudah minus 5 dari 3 laga itu. Terakhir, tim yang pernah diperkuat sang pelatih, Manchester City menambah luka tim, setelah membobol satu kali gawang yang dijaga C. Rushwort.
Di luar kembali menelan kekalahan yang ketiga, hasil akhir yang diraih Coventry sebenarnya perlu diapresiasi juga sih. Tandang ke markas Manchester City, tim yang memang bertabur bintang, pasukan Lampard hanya kebobol 1 gol. Ya meskipun 'judulnya' kalah. Tetap aja ada 'tapi' nya kan?
Masih ngarep Super Frank bikin kejutan
Perjalanan laga memang masih panjang sih. Bahkan, beberapa tim kuat pun masih terjerembab di dasar klasemen. Tottenham masih berkutat di dasar klasemen bersama Aston Villa.
Harapannya sih, Super Frank dan pasukannya bisa segera bangkit. Berada di papan tengah aja, sudah prestasi yang gemilang, mengingat komposisi pemain tim ini yang memang tidak masuk kategori bintang.
Menakhodai tim Liga Premier bukan hal baru bagi Frank. Sebelumnya, dia juga pernah membesut tim besar sekelas Chelsea. Ya meskipun hasilnya tidak menggembirakan. Tapi setidaknya, itu menjadi pengalaman berharga bagi si Super Frank untuk mengarungi sengitnya persaingan Liga Premier.
Frank, jalan masih panjang. Masih banyak waktu untuk membaca permainan tim lawan...
Artikel Terkait
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda. Komentar yang sopan akan kami tampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!






