Ujian anomali Chelsea di kandang Arsenal
Chelsea di bawah Xabi Alonso sukses mencuri perhatian dari banyak pecinta sepak bola (mungkin di luar True Blue juga). Gaya Xabi meminta 'Cold' Palmer dkk 'menari' di lapangan, cukup menjadi anomali sekaligus membuat siapa saja yang menonton (hampir) membathin 'loh kok?'

Sumber: berbagai sumber
Dari tiga laga resmi yang dimainkan, Chelsea sukses meraih hasil maksimal. Satu kompetisi piala liga dan dua liga Inggris, semuanya meraih 3 poin.
Khusus untuk laga di Liga, Chelsea semuanya kalah dalam hal penguasaan bola. Saat menghadapi Fulham, statistik Chelsea hanya tercatat 39 persen penguasaan bola. Penguasaan bola The Blues semakin jatuh saat menjamu Brighton. Chelsea hanya mencatatkan 25 persen penguasaan bola.
Penguasaan bola Chelsea akan jatuh lagi di kandang Arsenal?
Laga ketiga, Chelsea akan menghadapi tim yang lebih punya nama, Arsenal. Selain catatan selama ini, si Gudang Senjata itu juga saat ini berada di posisi yang jauh lebih bagus dari 2 lawan Chelsea sebelumnya. Arsenal saat ini di posisi 2, dengan poin sempurna 6. Catatan produktivitas Arsenal juga melampaui si Biru.
Arsenal membobol 4 kali gawang lawan-lawannya, tanpa kebobolan. Catatan itu bertolak belakang dengan Chelsea yang sudah kebobolan 5 kali, dan membobol 7 kali (selisih gol 2).
Dari catatan penguasaan bola, Arsenal juga masih unggul dari Chelse. Laga pertama menghadapi si pendatang baru Conventry City, tim asuhan Arteta itu cukup mendominasi dengan penguasaan bola 65 persen. Penguasaan bola Arsenal juga berlanjut saat bertandang ke Aston Villa. Selain unggul 0:1, Arsenal juga tercatat menguasai bola sebesar 61 persen.
Ujian Emiliano Martinez
Produktivitas penyerang Arsenal, menjadi ancaman tersendiri bagi barisan pertahanan, khususnya kiper anyar mereka Emiliano Martinez. Dari 5 gol yang membobol gawang Chelsea, 3 di antaranya terjadi saat mistar gawang si Biru dijaga Emiliano, sekaligus laga debutnya 'berseragam biru' saat menjamu Brighton.
Tiga gol di laga debut itu, memang bukan salah sang kiper sepenuhnya. Dari tiga gol itu, hanya 1 yang benar-benar di bawah tanggung jawab Martinez. Sisanya, barisan belakang Chelsea yang memang tidak kokoh.
Benteng Chelsea yang rapuh sejatinya sudah terjadi lumayan lama. Itu pula lah yang jadi salah satu pertimbangan Xabi memboyong Martinez ke Stanford Bridge. Harapannya, pertahanan Chelsea bisa lebih kokoh lagi.
Menghadapi Arsenal, akan jadi ujian tidak ringan bagi barisan Chelsea, khususnya Martinez. Apalagi komposisi belakang Chelsea saat ini, tidak semuanya pemain lama. Tentunya, masih butuh adaptasi. Mampukah pemain baru itu menambal posisi Marc Cucurella yang pada musim lalu cukup rapi menjaga pertahanan (sekaligus membantu serangan)?
Akan cukup menarik menanti ramuan Xabi pada Minggu malam. Apakah dia masih akan membuat pecinta sepak bola, khususnya penggemar Chelsea berdetak kagum?
Artikel Terkait
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda. Komentar yang sopan akan kami tampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!






