Pagi ini aku berangkat dari rumah pukul 5.45 untuk mengantar adik ke sekolah di daerah Buah Batu, yang mana cukup jauh dari rumahku di Ujungberung. Badan terasa pegal sisa kerja hari kemarin. Aku pakai jaket terhangatku sebab udara Bandung pagi ini dingin sekali.
Ada pertandingan yang dimenangkan dengan dominasi. Ada pula pertandingan yang dimenangkan dengan kesabaran. Lalu ada pertandingan seperti yang dimainkan Persib di Seoul, ketika sebuah tim tahu persis kapan harus menyerang, kapan harus menekan, dan yang paling penting, kapan harus bertahan.
Hull City datang ke Premier League dengan pesona yang aduhai. Sebagai pendatang baru di kasta tertinggi pada musim 2026-2027, Hull benar-benar membuat gebrakan. Hingga 4 laga yang dilakoninya, Hull belum pernah kalah dan mengumpulkan poin 8, yang membawanya di posisi 4 klasemen sementara. Torehan yang luar biasa untuk pendatang baru
Bobotoh, Rabu (16/9) nanti Persib bakal menjalani ujian yang enggak gampang. Maung Bandung harus bertandang ke Seoul World Cup Stadium untuk menghadapi FC Seoul dalam lanjutan ACL Champions League Two.
Langit cerah Jakarta seolah memberi sinyal positif untuk Jakmania, saat tim kesayangan nya bisa bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) melawan Persib Bandung. Hampir 60 ribu penonton hadir di Stadion Utama GBK untuk memberi teror selama 90 menit terhadap pemain Maung Bandung.
Laga bergengsi segera tersaji pada lanjutan Liga 1. Persija akan menghadapi Persib pada putaran ke dua Liga 1, Sabtu (12/9) sore. Laga tersebut akan terasa spesial, bukan karena bertajuk el clasico saja.
Chelsea benar-benar membuat emosi pendukungnya zig-zag.
Kalau Minbol boleh jujur, ada satu hal yang masih kurang. Itu kelihatan banget selama 90 menit. Persib belum bermain secair musim lalu, terutama di babak pertama.
Pertemuan 7 tahun lalu di GBK memang tidak ada yang keluar sebagai pemenang. Pertandingan berlangsung ketat, penuh intrik.
Ada pesan kuat yang tersampaikan dari nomor punggung. Di dunia sepak bola, nomor punggung itu bahasa tersendiri.