Bela Sananta, Herdman Emang Pengayom yang Baik
Gak heran kalau Sananta jadi starter di dua laga FIFA Series kemarin.

Sumber: ig/@timnasindonesia
John Herdman ini pelatih yang benar-benar memikirkan sisi emosional para pemainnya. Maka gak heran kalau Herdman maju dan jadi tameng Ramadhan Sananta yang lagi dihujat habis-habisan. Pembelaan Herdman juga bukan omong kosong.
Pendekatan Herdman kepada pemain gak selalu berkaitan dengan performa dan taktikal. Herdman ini tahu betul bagaimana membangun soliditas antara pelatih dengan pemain maupun pemain dengan pemain.
Banyak mantan anak asuh Herdman di Kanada yang ngomong soal ini. Salah satunya Karina LeBlanc yang merupakan mantan kiper Timnas Kanada perempuan. Kata LeBlanc, Herdman selalu fokus membangun mental dan emosional pemain.
“Kamu benar-benar harus menyentuh hati sebelum berjabat tangan.” Kata-kata itu keluar dari mulut Herdman. Bagi Herdman, pelatih tidak boleh hanya fokus pada sisi fisik dan taktikal. Filosofi itu yang membuat Herdman bisa membangun skuad dengan solid.
Pembelaan untuk Sananta, menurut Minbol, merupakan salah satu upaya Herdman membangun emosional yang kuat dan hangat dengan Sananta dan pemain Timnas lainnya.
Apalagi, nih, pembelaan Herdman untuk Sananta bukan omong kosong. Oke, Sananta gak cetak gol. Penyelesaian akhirnya bapuk banget. Kalau duel, Sananta mudah banget jatuhnya dan buat tim kehilangan kans.
Tapi, sepak bola itu permainan ruang. Pergerakan tanpa bola pemain harus diliat secara detail. Bisa saja, pemain yang gak pegang bola justru mampu membuka ruang untuk pemain lain atau bahkan menciptakan jalur umpan.
Makanya, menilai performa pemain ketika pas pegang bola aja, kata Minbol, gak bijak dan gak adil. Harus melihat permainannya secara komplet. Jangan hanya mengikuti ke mana kamera TV berada.

Terkait Sananta, Herdman bilang punya kontribusi besar. Perannya kayak Olivier Giroud. Yang berarti, pergerakan Sananta tanpa bola lebih penting ketimbang tembakannya ke gawang.
Tapi kan Sananta striker, tetap harus jago cetak gol? Iya, sih, tapi balik lagi, gimana pelatih. Kalau pelatih butuhnya striker yang jago buka ruang dan jalur umpan gimana? Ya gak gimana-gimana. Toh yang penting, tim menang kan?
Coba liat deh pergerakan Sananta saat Ole Romeny ngasih umpan ke Beckham. Terus analisa dampak dari pergerakan Sananta. Jangan-jangan jalur umpan Ole dan ruang Beckham tercipta karena pergerakan Sananta.
Bagi Minbol, pembelaan Herdman ini sangat penting untuk Sananta. Berawal dari pembelaan ini, Minbol yakin Sananta bakal main habis-habisan dan mengerahkan semua kemampuannya. Lebih epik kalau Sananta cetak gol dan selebrasi tutup telinga kayak Beckham.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda. Komentar yang sopan akan kami tampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!







