Rumitnya Rumus Perhitungan Peringkat FIFA
Target Timnas atau pelatih pun salah satunya diukur dari peringkat ini.

Sumber: ig/@fifa
Peringkat FIFA sangat dinantikan oleh semua pencinta sepak bola di dunia. Peringkat naik berarti Tim Nasional-nya lagi oke. Peringkat turun berarti ada something wrong. Toh, peringkat FIFA ada juga buat ngukur kualitas Tim Nasional di dunia.
Sebetulnya, peringkat FIFA sendiri baru ada pada 1992. Banyak banget yang mengkritik cara FIFA menghitung poin peringkat. Ini juga yang menjadi alasan FIFA sering mengonta-ganti rumus penghitungan poin.
Sejak 2018, FIFA menerapkan metode Elo dalam penghitungan poin. Dengan metode ini, poin timnas bisa bertambah atau berkurang tergantung hasil laga dan kekuatan lawan.
P= Pbefore + I x (W-We). Ini adalah rumus dasar penghitungan poin untuk peringkat FIFA. Berikut maksudnya:
P = Poin
Pbefore = Poin sebelum pertandingan.
I = Pentingnya pertandingan
W = Hasil pertandingan
We = Hasil pertandingan yang diharapkan
Rumit sekali memang. Tapi mari kita ketahui satu per satu, terutama soal I, W, dan We.
I (Petingnya pertandingan) itu diukur dari kompetisi atau status dari laga yang dimainkan, misalnya laga persahabatan, kualifikasi Piala Dunia, dan Piala Dunia. Setiap kompetisi atau status laga berbeda-beda nilainya. Berikut ini bobot I yang sudah ditetapkan FIFA:
Laga persahabatan di luar kalender FIFA: 5 poin.
Laga persahabatan dalam kalender resmi FIFA: 10 poin.
Fase grup Nations League: 15 poin.
Play-off & final Nations League: 25 poin.
Kualifikasi Piala Dunia & konfederasi: 25 poin.
Turnamen konfederasi (hingga perempat final): 35 poin.
Turnamen konfederasi (dari perempat final) & Piala Konfederasi: 40 poin.
Piala dunia (hingga perempat final): 50 poin.
Piala dunia (dari perempat final): 60 poin.
W (hasil pertandingan) tentu dilihat dari menang, kalah, dan seri.
Menang bernilai 1 poin
Menang via adu penalti 0,75 poin
Kalah via adu penalti 0,5 poin
Seri 0,5 poin
Kalah 0 poin
We (hasil pertandingan yang diharapkan) lebih rumit. Rumus dari We sendiri 1/10^ (-Pbefore Tim A - Pbefore Tim B/600) +1.
Misal, Indonesia vs Arab Saudi berarti cara menghitung We Indonesia: 1/10^ (-Pbefore Indonesia - Pbefore Arab Saudi/600) +1.
Kalau ngitung We Arab Saudi: 1/10^ (-Pbefore Arab Saudi - Pbefore Indonesia/600) +1.
Berikut ini contoh satu laga dengan menghitung poin FIFA.
Indonesia punya 1.300 poin sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia, dan Indonesia menang melawan Arab Saudi yang sebelum pertandingan itu punya 1.500 poin.
Pbefore tim A: 1.300 poin.
Pbefore tim B: 1.500 poin.
Bobot pentingnya Kualifikasi Piala Dunia: 25 poin.
Kemenangan tim A: 1 poin.
Kekalahan tim B: 0 poin.
Mari masukin rumusnya dan hitung:
Indonesia:1300 + 25 x (1– (1 / (10∧ (- (1300 – 1500) / 600) + 1)))= 1.317 poin
Arab Saudi: 1500 + 25 x (0- (1 / (10∧ (-(1500 - 1300) / 600) + 1)))= 1.483 poin.
Gara-gara menang, poin Indonesia bertambah. Sebaliknya, gara-gara kalah, poin Arab Saudi berkurang. Poin inilah yang jadi dasar peringkat FIFA.
Jadi, Kabol tau kan, kenapa peringkat Indonesia stagnan di FIFA setelah kalah di Kualifikasi Piala Dunia dan FIFA Series.
Artikel Terkait
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda. Komentar yang sopan akan kami tampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!







