RIVAL WATCH : FC SEOUL, INTENSITAS TINGGI SANG PEMUNCAK K-LEAGUE 1
Bobotoh, Rabu (16/9) nanti Persib bakal menjalani ujian yang enggak gampang. Maung Bandung harus bertandang ke Seoul World Cup Stadium untuk menghadapi FC Seoul dalam lanjutan ACL Champions League Two.

Sumber: Istimewa
Kalau melihat nama dan reputasi, tentu Persib bukan datang sebagai tim yang gak harus takut. Tapi kalau bicara kondisi lawan saat ini, FC Seoul jelas bukan tim yang bisa dianggap enteng. Bahkan di K-League 1, mereka sedang memimpin klasemen.
Dari 29 pertandingan, FC Seoul sudah mengumpulkan 55 poin, dengan catatan 19 kemenangan, 5 hasil imbang, dan hanya 5 kekalahan.
Dan lima pertandingan terakhir mereka juga cukup bikin kita angkat alis, empat menang dan satu kalah.
Artinya apa? FC Seoul sedang punya kepercayaan diri. Dan yang lebih penting lagi, mereka punya karakter permainan yang sangat khas tim Korea Selatan. Cepat, ngotot, dan transisinya bikin repot.
Bobotoh pasti sudah cukup sering melihat bagaimana tipikal tim Korea bermain. Enggak banyak buang waktu. Begitu kehilangan bola, mereka bisa langsung counter-pressing. Begitu mendapatkan bola, progresinya cepat.
Pemain-pemainnya juga punya kemampuan fisik dan akselerasi yang membuat permainan mereka terasa sangat intens. Persib harus hati-hati terutama ketika masuk fase transisi negatif.
Jangan sampai ketika Maung Bandung kehilangan bola di area tengah, pemain FC Seoul langsung mendapatkan ruang untuk menyerang sisi kanan atau kiri.
Karena kalau sudah masuk situasi satu lawan satu, pemain-pemain mereka punya kualitas individu untuk membongkar pertahanan.
Nah, ada beberapa pemain yang menurut kami layak Bobotoh perhatikan.
1. PATRYK KLIMALA - NOMOR 9 YANG BUKAN CUMA TUKANG NUNGGU BOLA
Pertama tentu saja Patryk Klimala. Striker Polandia dengan nomor punggung 9 ini sudah mencetak 10 gol di liga musim ini.
Tapi jangan melihat Klimala cuma sebagai striker yang tugasnya berdiri di kotak penalti dan menunggu umpan.
Justru pergerakannya yang menarik. Klimala punya akselerasi, mampu melakukan running behind, pintar membuka ruang, dan cukup bagus dalam membaca situasi di sepertiga akhir.
Dia juga bukan tipe striker yang malas ketika timnya kehilangan bola. Jadi, bek Persib jangan cuma fokus ke posisi badan Klimala. Perhatikan juga gerak tanpa bolanya.
Karena bisa saja dia turun untuk menarik bek keluar, kemudian ruang yang ditinggalkan langsung diserang pemain FC Seoul dari lini kedua. Ini yang berbahaya.
Kalau Persib terlalu fokus mengejar bola dan kehilangan struktur, Klimala bisa mendapatkan ruang yang dia butuhkan
.
2. JEONG SEUNG WON - KALAU DIBIARKAN LARI, BISA REPOT
Berikutnya ada Jeong Seung Won, pemain nomor 7. Dia bisa bermain di kedua sisi sayap dan punya kemampuan individu yang cukup komplet.
Kecepatannya menjadi salah satu senjata utama. Dan Bobotoh tahu sendiri, menghadapi winger cepat itu bukan cuma soal siapa yang paling cepat berlari.
Masalahnya adalah kapan dia berlari. Ketika fullback Persib sedang naik, ketika gelandang terlambat melakukan cover, atau ketika ada ruang di belakang garis pertahanan, pemain seperti Jeong Seung Won bisa langsung mengeksploitasi ruang tersebut.
Jadi jangan kasih dia situasi yang nyaman. Jangan biarkan dia menerima bola dalam kondisi menghadap gawang.
Kalau bisa, paksa dia menerima bola membelakangi gawang atau bermain melebar tanpa akses masuk ke half-space.
Karena semakin banyak ruang yang dia dapat, semakin besar pula masalahnya buat pertahanan Persib.
3. MOON SEON MIN - GAME CHANGER DARI BANGKU CADANGAN
Nah, ini salah satu yang juga wajib diperhatikan.
Moon Seon Min, nomor 27. Winger kiri ini punya karakter yang sangat cocok untuk menjadi game changer.
Dia cepat, agresif, dan punya keberanian untuk menyerang ruang kosong. Yang menarik, Moon bisa menjadi senjata ketika pertandingan sudah berjalan 60-70 menit.
Bayangkan ketika fullback Persib mulai kehilangan tenaga. Kemudian FC Seoul memasukkan winger yang fresh dengan akselerasi tinggi. Di situlah bahayanya.
Moon bisa mencari celah di antara fullback dan bek tengah, masuk ke ruang kosong, lalu menyerang kotak penalti. Jadi, jangan cuma melihat siapa yang dimainkan sejak menit pertama.
Bangku cadangan FC Seoul juga harus diperhatikan. Karena pertandingan level seperti ini bisa berubah hanya gara-gara satu pemain masuk dan memberikan energi berbeda.
4. KIM JIN SU - JANGAN KASIH WAKTU UNTUK CROSSING
Terakhir ada pemain yang mungkin tidak selalu mencuri perhatian seperti striker atau winger. Tapi justru bisa menjadi sumber masalah dari sisi lapangan. Kim Jin Su.
Pemain yang masih aktif bersama tim nasional Korea Selatan ini juga dipercaya menjadi kapten FC Seoul. Pengalamannya jelas menjadi nilai plus.
Dan satu hal yang harus benar-benar diperhatikan Persib adalah kualitas umpan silangnya. Kim Jin Su bisa menjadi pemasok bola dari sisi lapangan untuk para pemain depan FC Seoul.
Nah, di sinilah lini pertahanan Persib harus disiplin. Jangan sampai Kim Jin Su punya waktu terlalu banyak untuk mengangkat kepala, melihat pergerakan striker, kemudian mengirimkan crossing.
Karena kalau crossing sudah masuk ke area berbahaya dan Klimala sudah melakukan attack the space... tinggal berdoa positioning bek Persib sudah benar. Lebih baik sumber umpannya yang dimatikan.
JADI, PERSIB HARUS BAGAIMANA?
Menurut Minbol, salah satu kuncinya adalah jangan ikut bermain sesuai ritme FC Seoul.
Kalau FC Seoul ingin pertandingan dimainkan dengan tempo tinggi, Persib tidak harus selalu meladeninya dengan tempo yang sama.
Maung Bandung harus pintar mengatur kapan harus mempercepat permainan dan kapan harus membuat bola berjalan lebih lambat. Build-up juga harus bersih.
Jangan mudah kehilangan bola di area tengah karena FC Seoul punya pemain yang bisa langsung melakukan progresi setelah memenangkan bola.
Ketika bertahan, jarak antarlini harus rapat.
Jangan terlalu jauh antara lini tengah dan lini belakang. Karena kalau ada ruang di antara dua lini itu, Klimala bisa turun menerima bola, winger bisa masuk ke half-space, dan pemain lain bisa melakukan third-man run.
Satu celah kecil saja bisa langsung dimanfaatkan. Dan yang paling penting... jangan panik karena tekanan.
Ini laga tandang. Atmosfer Seoul World Cup Stadium tentu berbeda dengan pertandingan di Bandung.
Tapi Persib juga punya pemain-pemain yang sudah terbiasa bermain dalam tekanan. Jadi, Persib enggak perlu minder.
FC Seoul memang sedang berada di puncak K-League 1. Mereka punya kecepatan. Mereka punya fisik. Mereka punya pemain dengan kualitas individu.
Tapi pertandingan tetap 11 lawan 11. Persib cuma perlu bermain dengan disiplin, berani, dan cerdas membaca momentum.
Kalau transisi bisa dijaga, duel satu lawan satu bisa dimenangkan, dan lini belakang mampu mematikan suplai ke Klimala...
FC Seoul juga bukan tim yang tidak bisa dikalahkan. Rabu nanti kita lihat. Apakah Maung Bandung yang akan dibuat berlari oleh Dark Red Warriors? Atau justru Persib yang berhasil membuat pemuncak K-League itu kehilangan arah? Ayo, Persib!
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda. Komentar yang sopan akan kami tampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!






