Skema Maung, Macan, dan Etam, Angkat Trofi di Akhir Musim
Ada tiga klub yang berpotensi jadi juara Indonesia Super League, ini hitung-hitungannya.

Sumber: ig/@persija
Persib sekarang memang lagi dingin di puncak klasemen dengan 57 poin. Enak dilihat, nyaman dirasakan. Tapi ingat, ini Liga 1, KABOL! Segalanya bisa berubah dalam sekejap kalau PERSIB lengah sedikit saja.
Di bawahnya sudah dibuntutin Borneo FC dan Persija Jakarta sudah pasang mesin buat ngejar. Selisih poinnya mulai merapat, ibarat cuma beda satu-dua tikungan. Kalau Persib terpeleset sekali saja, margin keunggulan ini bisa langsung habis dikikis rival.
Mari kita main angka sebentar biar nggak cuma berandai-andai. Persija Jakarta sekarang punya 51 poin dari 24 laga.
Artinya, secara matematis, poin maksimal yang bisa didapat Macan Kemayoran dari 10 laga sisa adalah 81 poin. Masih ada peluang? Jelas ada. Mereka bakal habis-habisan di setiap laga sisa karena satu poin saja sangat berharga sekarang.
Bukan cuma Persija, ada Borneo FC yang posisinya lebih mengancam di peringkat kedua dengan 53 poin. Mereka juga sudah memainkan 24 pertandingan.
Kalau Pesut Etam sukses sapu bersih 10 laga sisa, poin maksimal mereka bisa tembus ke angka 83. Jadi, keunggulan 4 poin Persib atas Borneo itu tipis banget. Salah langkah sedikit, posisi puncak bisa langsung dikudeta.
Terus, berapa poin yang harus dikejar Persib biar bisa angkat piala tanpa harus nunggu hasil tim lain? Jawabannya: 84 poin! Kenapa 84? Karena angka itu sudah cukup buat ngelewati potensi poin maksimal Borneo (83). Dengan 57 poin yang sudah di kantong, artinya Persib butuh 27 poin lagi. Kedengarannya simpel? Tunggu dulu...
Buat dapet 27 poin dari 10 laga sisa, Persib setidaknya harus mengamankan 9 kemenangan. Itu artinya Maung Bandung cuma boleh kalah atau seri sekali saja dari sepuluh pertandingan ke depan.
Berat? Pastinya! Apalagi lawan-lawan di depan sudah pasti bakal main "parkir bus" atau malah main terbuka buat curi poin. Di fase krusial ini, mental juara yang bakal bicara, bukan cuma statistik di atas kertas.
Intinya, jalan menuju Scudetto itu masih panjang dan penuh lubang. Statistik emang berpihak ke Persib, tapi trofi nggak bakal datang sendiri ke Bandung kalau pemain nggak berdarah-darah di lapangan.
Jangan sampai euforia duluan malah jadi bumerang. Fokus setiap laga, anggap semuanya final. Gimana menurutmu, Bobotoh? Masih optimis Persib bisa jaga konsistensi atau malah ketikung di akhir?
Artikel Terkait
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda. Komentar yang sopan akan kami tampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!





