Main Bertahan dalam Sepak Bola Itu Estetik dan Mengasyikkan
Pertahanan kokoh dan solid jadi fondasi keberhasilan Persib di Indonesia Super League.

Sumber: ig/@persib
Saya orang Italia. Saya tidak suka kalau kami memberikan gol kepada mereka (lawan).
Pernyataan itu keluar dari mulut Federico Barba. Gara-gara omongan itu, pencinta sepak bola harus mulai mengamini bahwa seni bertahan dalam sepak bola itu indah dan mengasyikkan.
Mungkin banyak Kabol (Kawan Bola) gak suka sama klub-klub yang main bertahan. Monoton dan gak indah. Apalagi, nih, ya, ada yang beranggapan bahwa kemenangan hanya ditentukan oleh seberapa banyak gol, bukan kebobolan.
Anggapan itu gak salah-salah banget, sih. Tapi, kita perlu tahu juga bahwa menjaga kesucian gawang itu gak mudah. Butuh perhitungan matang, rencana yang rumit, dan struktur permainan yang solid.
Tekel-menekel, menghalau bola, dan mengadang lawan, juga butuh keahlian. Telat sedikit saja, pemain bisa diusir wasit atau gawang akan terancam.
Semakin lawan dekat dengan gawang, marabahaya semakin menyeramkan. Dalam satu tembakan, bola bisa bersarang ke gawang. Belum lagi, serangan lawan di sekitar kotak penalti bisa datang berkali-kali dalam hitungan menit.
Makanya, bek atau pemain bertahan dituntut jangan lengah dan harus konsisten --tidak hanya dalam setiap laga, tetapi juga setiap menit laga.
Ketika bek atau pemain bertahan mampu menyelamatkan gawang dari kebobolan, mereka laik untuk bersukacita. Ketika klub yang dicintai berhasil mencatatkan clean sheet, fan harus merayakannya. Sebab, ada keindahan yang tersaji di dalamnya.
Banyak yang menilai, Persib musim ini sungguh monoton. Gak indah. Gak asyik. Gol kemenangannya sedikit banget.
Tapi perlu dicatat, Persib musim ini punya pertahanan tangguh. Itu tercipta bukan gara-gara numpuk pemain di kotak penalti sendiri, melainkan struktur permainan yang solid.
Pemain depan itu terlibat dalam membangun pertahanan. Itu terlihat dari bagaimana mereka melakukan pressing untuk mengganggu aliran bola lawan. Pemain tengah lebih rumit lagi. Selain itu nge-press bek lawan, mereka kudu siap menutup ruang-ruang kosong di belakang.
Sedangkan pemain bertahan tahu betul cara membaca aliran bola lawan dan menutup ruang tembak. Sementara kiper Persib punya refleks yang oke banget.

Semua itu adalah racikan Bojan Hodak. Meski aki-aki ini katanya sering wadul, Hodak adalah pelatih pintar. Dia tahu cara membangun pertahanan solid dan meraih kemenangan.
Sejauh ini, Persib baru kebobolan 14 kali di Indonesia Super League. Berkat catatan itu, Maung Bandung punya label baru: Klub paling sedikit kebobolan dan pemuncak klasemen sementara.
Fa fi fu was wes wos soal sepak bola itu mengasyikkan. Tapi jangan asal mendiskreditkan Seni Bertahan. Yang namanya seni, sudah pasti ada keindahan di dalamnya. Tinggal cari cara untuk menikmatinya. Klub kesayangan jadi juara, misalnya.
Artikel Terkait
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda. Komentar yang sopan akan kami tampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!




