Kalah dari Bhayangkara Presisi, Pelatih Persija: Kami Bawa Kekecewaan
Kans Persija meraih trofi semakin kecil. Kekalahan dari Bhayangkara membuat jarak Persija dengan pemuncak klasemen semakin jauh.

Sumber: ig/@persija
Persija Jakarta lagi-lagi gagal menang. Berhadapan dengan Bhayangkara Presisi di Stadion Sumpah Pemuda, Minggu (5/4/26), Persija kalah 2-3. Karena kekalahan ini, Persija pulang dari Lampung berbekal kekecewaan.
Pelatih Persija Mauricio Souza pun tak luput dari rasa kecewa. Bagi Souza, Persija mampu tampil sesuai rencana dan skema. Aliran bola dan determinasi mereka membuat Bhayangkara kesulitan. Persija bahkan unggul dua kali sebelum akhirnya menjadi pecundang.
“Kami memulai pertandingan sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Kami sangat tenang di dalam penguasaan bola, kita tahu di mana bisa menemukan ruang untuk sampai ke gawang lawan. Kami berhasil mencetak gol dan masih ada beberapa peluang lagi untuk menyelesaikan di gawang lawan,” ucap Souza dilansir situs resmi Persija.
Macan Kemayoran memulai laga dengan determinasi tinggi. Gol Rayhan Hannan di menit satu memperlihatkan bahwa Persija memang benar-benar mengincar kemenangan. Namun, kartu merah Jordi Amat pada menit 49 menjadi petaka.
Persija sebenarnya masih memberikan perlawan dan mencetak gol pada menit ke-62 lewat sepakan indah Fabio Calonego dari bola mati. Tapi, gol Dandy Sulistyawan dan Mousa Sidibe pada menit 86 dan 90+3 memaksa Persija gigit jari.
“Apa yang seharusnya memberikan kami semangat dan motivasi, malah membawa kekecewaan. Kami tiba-tiba berhenti bermain, kami mulai memberikan ruang di lini pertahanan yang tidak seharusnya diberikan, sampai kita kemasukan gol dari bola liar di dalam kotak penalti,” ucap Souza.
“Sangat sulit bermain dengan kurang satu pemain. Beberapa pemain pun belum mencapai performa terbaiknya, dan dengan satu pemain kurang, segalanya menjadi sangat sulit,” imbuhnya.
Kekalahan ini tentu membuat kans Persija mewujudkan target menjadi juara semakin kecil. Jarak mereka dengan pemuncak klasemen menjadi sembilan angka. Kekalahan ini juga memperpanjang catatan gagal menang mereka. Ya, Persija tidak pernah meraih tripoin dalam tiga laga terakhir.
Namun, Souza tidak mau buru-buru mengibarkan bendera putih. Musim ini masih menyisakan delapan laga. Kesempatan masih ada. Sambil terus berusaha segera masuk jalur kemenangan, Persija tentu berharap dua tim di atasnya, Persib Bandung dan Borneo FC, terjegal.
“Kami akan tetap terus berusaha keras, berjuang sekuat tenaga untuk menghormati baju Persija ini,” tutur Souza.
Artikel Terkait
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda. Komentar yang sopan akan kami tampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!




