Spanyol menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 berkat keberhasilan mereka menjuarai Piala Eropa 2024 dan masih mempertahankan sebagian besar skuad generasi emasnya. Nama-nama seperti Rodri, Pedri, Lamine Yamal, dan Nico Williams menjadi modal utama La Furia Roja untuk kembali menguasai panggung dunia. Namun, sejarah Piala Dunia menunjukkan bahwa tim bertabur bintang tidak selalu mampu memenuhi ekspektasi. Argentina 2002, Prancis 2002, Brasil 2006, Inggris 2006 hingga Belgia 2018 menjadi contoh bagaimana generasi emas bisa gagal mencatatkan sejarah. Ada tiga faktor yang dinilai dapat menghambat langkah Spanyol. Pertama, minimnya sosok pemimpin di lapangan apabila Rodri belum kembali ke performa terbaiknya pasca cedera. Kedua, besarnya ekspektasi terhadap Lamine Yamal yang baru menjalani Piala Dunia pertamanya di usia 18 tahun. Ketiga, kualitas individu di beberapa lini yang dinilai belum sekuat para rival utama seperti Prancis maupun Portugal. Meski demikian, Spanyol tetap memiliki identitas permainan yang kuat dan termasuk salah satu favorit juara. Kini, La Furia Roja sedang menghadapi ujian besar: mengukir sejarah sebagai juara dunia untuk kedua kalinya atau justru menjadi generasi emas yang gagal memenuhi ekspektasi.